Sabtu, 31 Maret 2012

ARTIKEL: MENYIKAPI KEGAGALAN DALAM PROSES REALISASI HIDUP

Pendahuluan
Pada tahun 2010 ini seperti telah dicanangkan, negara-negara Asean dan China telah memasuki Era baru yaitu melaksanakan perdagangan bebas dalam AC-FTA (Asean China Free Trade Area), dengan demikian maka barang-barang China akan bebas masuk kenegara-negara Asean demikian juga sebaliknya. Hal itu akan saling menguntungkan kalau neraca perdagangan antara negara-negara itu seimbang satu sama lain. tetapi bagaimana mau seimbang belum masuk ke tahun 2010 para pengusaha di Indonesia sudah menjerit karena barang-barang produk China sudah membanjiri Indonesia dengan harga yang jauh lebih murah dan mutu yang lebih tinggi dari produk Indonesia sendiri. Lihat saja barang elektronik dan barang-barang mainan produk China di glodok dan pasar pagi atau barang-barang textil di pasar tanah abang dan barang-barang porselen/ keramik di Pasar jembatan tiga. Akibatnya banyak pabrik di Indonesa terpaksa mengurangi produknya atau harus tutup sama sekali akibat tidak mampu bersaing karena biaya produk yang tinggi di Indonesia. Sebagai akibatnya banyak perusahaan gulung tikar dengan mem PHK memutuskan hubungan kerja para buruh pegawainya malahan tanpa pesangon. Mungkin sudah jutaan buruh yang kena PHK di Indonesia dan sekarang menjadi pengangguran dan bagaimana nasib para tamatan sekolah menengah dan perguruan tinggi yang setiap tahun jutaan orang mencari pekerjaan? dan bagaimana nasib anaknya. Jamandatar orang sitahul tahul yang harus menanam padi di sabalombang dua kali satu tahun karena sawahnya berair atau harus menanam cabai sebagai tanaman selingan di sabarimba sababolak yang tanahnya kering karena sawahnya hanya dapat ditanami sekali setahun dimana air Aek Mandurana kering musim kemarau. Orang tua jungkir balik bekerja agar anaknya bisa menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dan setelah selesai harus mengumpulkan uang lagi puluhan juta untuk masuk pegawai di salah satu instansi yang katanya sekali lagi katanya untuk masuk ke instansi tersebut tidak dipungut biaya satu senpun yang jelas “lulus test” katanya dan bagi penulis itu benar karena dulupun penulis masuk kerja tanpa mengeluarkan uang satu senpun dan mempercayainya. Tetapi oleh Jahaporas dikomentari: mana ada yang prei (cuma-cuma) di Jakarta untuk masuk W.C. saja harus membayar Rp 1.000. apalagi masuk suatu tempat untuk bekerja dan mendapat gaji katanya dengan mimik serius.

I. Dampak Dari Kesulitan Hidup
Dewasa ini tempat yang banyak menjadi sorotan umum adalah tiga tempat yaitu mal atau apartement, menara, listrik atau menara telepon seluler dan jembatan diatas jalan aspal bukan diatas air alias jembatan layang. Ketiga tempat tersebut kadang-kadang sudah berubah fungsi dari tempat yang menghibur dan membuat kemudahan menjadi tempat mengerikan atau menyeramkan dan bukan karena tempat itu diisi oleh hantu jeruk purut yang bergentayangan pada malam hari tetapi justru pada siang hari dimana Iblis yang menggoda manusia untuk mengikuti jejaknya terutama mereka-mereka yang dangkal iman dan merasa gagal dalam menjalani hidup ini dan pergi bersama Iblis keneraka jahannam dengan meloncat membunuh diri. Dengan demikian selesailah masalah,tutup buku dan tamatlah semuanya, tetapi apakah sedemikian mudah penyelesaiannya? Tidak saudaraku beberapa waktu yang lalu seorang yang mencoba bunuh diri disuatu Mal diJakarta seorang yang meloncat dari jembatan layang tidak sesuai harapannya keduanya bisa diselamatkan tetapi tubuhnya patah dibeberapa tempat dan kemungkinan cacat untuk selamanya dan pembayaran perawatan dirumah sakit menumpuk sehingga akibatnya bukan menyelesaikan masalah tetapi menambah masalah. Tinggallah dia merenungi nasib, menyesel yang selalu datang kemudian dengan menahan sakit, menahan malu dan menahan segalanya yang tidak pernah bisa diselesaikan.

II. Kegagalan Adalah Suatu Hal Yang Susah Diterima
Kegagalan adalah suatu hal yang paling tidak bisa diterima oleh seseorang, karena setiap orang tidak pernah berpikir untuk pernah gagal tetapi selalu berpikir untuk terus dan terus berhasil sampai pada akhirnya mencapai puncak yang dicitacitakan. Ternyata pada suatu saat dia gagal maka akibatnya dia akan kehilangan semangat bekerja dan merasa bahwa dia sudah gagal total. Beliau lupa bahwa menurut orang bijak bahwa : ”kegagalan adalah suatu kunci keberhasilan” dimana dari kegagalan yang ada dia mengadakan evaluasi dan akirnya didapat suatu hal penyebab kegagalan dan dengan bercermin dari kegagalan maka dia bisa bangkit lagi dan berhasil. Tetapi ada juga yang merasa bahwa kegagalan yang dihadapi adalah sudah total dan tidak mungkin untuk bangkit lagi.
a. Arti sebuah kegagalan
Dalam kehidupan ini kita semua pernah menghadapi suatu kegagalan baik dalam usaha, dalam bidang pendidikan, maupun dalam keluarga dimana kegagalan itu kelihatannya disebabkan hal kecil dan tidak pernah diperhitungkan. Apabila kita menghadapi kegagalan tersebut kerap kali kita tidak mengetahui jalan keluar dan kita tidak bisa menerimanya dengan alasan kok bisa, padahal kita sudah perhitungkan dengan masak-masak akan segala risikonya yang mungkin timbul. Jarang terjadi suatu usaha yang langsung berhasil apabila tidak didukung oleh dana yang kuat atau seorang anak yang orangtuanya adalah “seorang kuat” dinegara ini dengan fasilitas yang wah dan selalu mendapat kemudahan-kemudahan untuk itu:
1. Perlu diingat bahwa apa sesungguhnya yang membuat adanya kegagalan membuat kita akan berusaha mengatasinya. Dengan demikian maka kita sudah mendapat ilmu baru perihal penyebab kegagalan dan cara mengatasinya dan untuk selanjutnya kita akan lebih hati-hati lagi. Seperti kata orang bijak: ”Experience is a best teacher” pengalaman adalah guru yang baik bagi orang yang mau belajar dari hal telah dialaminya.
2. Kegagalan kemungkinan timbul karena terlalu banyak mempergunakan teori atau juga berdasarkan keberhasilan orang lain tanpa mempelajari lebih mendalam akan keberhasilan orang lain tersebut. Untuk itu perlu diadakan semacam penelitian terlebh dahulu atas apa yang diinginkan oleh pasar. Berarti ada usaha untuk belajar mengetahui kondisi lingkungan.
3. Seorang yang selalu berusaha untuk mengatasi kegagalan adalah akan menjadi kuat dan tahan banting karena kegagalan bukan untuk dihindari tetapi diatasi dengan sikap terbuka dan positif. Memang perlu diakhiri bahwa kegagalan adalah suatu hal yang sulit diterima oleh siapa saja pada umumnya. Tetapi apakah suatu kegagalan membuat seseorang menjadikan dunia menjadi kiamat? Tentunya tidak saudara-saudaraku.
b. Kegagalan sebagai pembelajaran
Kegagalan bisa terjadi apabila seseorang merasa tidak berhasil mencapai apa yang diharapkan atau dicitacitakan misalnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan karena tidak ada biaya, setelah menyelesaikan pendidikan tetapi sulit mendapat pekerjaan seperti yang diharapkan, sudah mendapat pekerjaan tetapi kemudian kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), membuat usaha tetapi tidak berhasil dll. Untuk itu bagi seseorang yang harus mencari pekerjaan maka jauh-jauh hari dia sudah harus bekerja keras untuk menuntut ilmu. Seperti kata orang bijak: Kalau kamu mau keadaan nanti ramah kepada anda maka sekarang anda harus keras kepada dirimu tetapi sebaliknya apabila kamu sekarang ramah kepada diri anda maka nanti keadaan akan keras kepada anda. Untuk itu ada jauh-jauh hari sudah harus mempersiapkan diri dengan keras. Suatu Instansi Pemerintah dalam menyaring calon pegawainya sangat ketat dimana antara lain:
1. IPK harus 2,75.
2. Fasih dalam 2 bahasa asing.
3. Bersedia ditempatkan dimana saja.
4. Berbadan sehat dll.
Dari sejumlah pelamar dibawah IPK 2,75 tentunya sudah gugur terlebih dahulu dan dari seluruh pelamar dengan IPK 2,75 tadi hanya 5% - 10% yang akan ditentukan dengan hasil penyaringan selama 7 kali, sekarang apakah anda termasuk salah satu diantaranya? Kalau anda seorang yang bekerja dibidang perdagangan mengalami kegagalan maka perlu diperhatikan beberapa hal:
1. Apakah biaya penjualan terlalu mahal dibandingkan dengan yang lain.
2. Apakah pelayanan tidak seperti yang diharapkan dimana terlalu lama dll.
3. Apakah ada potongan harga untuk mereka yang membeli dalam jumlah besar, pelanggan lama dan setia.
4. Apakah produk yang dijual memang produk yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap hari.
5. Apakah jaminan kesediaan barang cukup memadai untuk jangka waktu tertentu dll. Dengan demikian maka kita harus memperhatikan hal-hal tersebut mempelajarinya dan mencari jalan keluar atas hal yang ada.

III. Menyikapi Kegagalan Dalam Proses Realisasi Hidup
Bagaimana kita harus menyikapi kegagalan dalam realisasi hidup bisa dilaksanakan sbb:
1. Kita harus mengadakan evaluasi dan koreksi diri mengapa hal itu terjadi apakah memang ada kekurangan atau kelalaian kita selama ini sehingga kita bisa mendapat jalan keluar.
2. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan kata-kata dari mereka yang dulu pernah gagal tetapi diatas puing-puing kegagalan itu dia berusaha bangkit lagi. Seperti Henry Ford pengusaha mobil yang terkenal. Saat dia diambang kebangkrutan dan semua assetnya disita dia hanya berkata: silakan ambil semuanya kecuali pegawai saya. Dan dengan pegawai-pegawai tadi dia bangkit lagi sampai sekarang.
3. Gagal untuk menjadi pegawai jangan menjadi patokan atau dasar untuk putus harapan. Mungkin anda bertalenta bukan pegawai tetapi pedagang, pengusaha dll. Cari usaha lain yang tidak memerlukan biaya besar. Seorang pengusaha terkenal dia mulai usaha hanya dengan menjual/berdagang beberapa butir telur.
4. Kegagalan harus disikapi dengan tenang dan tetapi berusaha karena hidup harus jalan terus berarti pemasukan tentunya harus tetap ada dan jangan malu untuk berusaha apapun asal tetap halal.
5. Jangan cepat-cepat memutuskan bahwa saya sudah gagal tetapi usahalah bergaul dengan banyak orang yang kemungkinan ada yang dapat memberi jalan yang baik.
6. Usahakan bahwa anda mempunyai satu kelebihan dari orang lain biarpun hanya sedikit sehingga kelebihan itu menjadi modal yang dapat dikembangkan pakailah prinsip bisnis orang Jepang dimana apabila anda berjalan dihutan bersama seorang kawan dan tiba-tiba ada harimau mengejar anda maka usahakan agar anda setengah langkah lebih maju dari kawan anda dan akhirnya yang diterkam oleh harimau adalah orang yang paling belakang berarti selamatlah anda.
7. Dan jangan lupa dan terutama yaitu berdoa dan kegereja karena Tuhan akan memberi kesempatan pada ummat NYA yang tekun didalam doa dan sabar dalam pengharapan.

Penutup
Kegagalan dalam hidup terjadi karena adanya impian dan cita-cita tidak kesampaian seperti yang diharapkan. Sebenarnya yang harus diperhatikan bahwa talenta yang dimiliki seseorang itu tidak selamanya seperti apa yang dicita citakan orang. Seorang pegawai yang kena pemutusan kerja ternyata dia membuka usaha sendiri malahan kondisi kehidupannya jauh lebih baik dibandingkan dengan semasa dia jadi pegawai. Juga harus ada kesungguhan untuk beralih professi dari yang dicita-citakan menjadi pekerjaan lain. Kegagalan dalam proses realisasi kehidupan hanya akan dialami oleh orang-orang yang idealis, padahal dalam kehidupan ini kita harus berusaha membaur dengan orang dari segala macam asal usul pendidikan, kebudayaan dan lain lain. Kita harus tetap bersemangat dan jangan lupa tetap Ora et Labora, dan jangan pernah menyerah karena life is stroggle not enjoy kata orang bijak: pada saat penulis mau mengakhiri tulisan ini Rudy cucu penulis menyanyikan lagu D’masiv yaitu jangan menyerah sbb: Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasanya, bagi hambanya yang sabar dan tak pernah putus asa. Anak kecil saja tahu menyanyikannya masa kita orang dewasa tidak bisa melaksanakannya. Tidak percaya, silakan coba.
Tuhan selalu memberkati kita semuanya, Amin dan Horas.

(Penulis adalah Kamaruli Pohan Siahaan, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Februari 2010)

Sabtu, 25 Februari 2012

ARTIKEL: MENGASIHI MASYARAKAT SEKITAR GEREJA

Pendahuluan
Menjelang bulan puasa tahun 2011 yang lalu NRHKBP Semper memasang spanduk didepan tembok gereja HKBP Semper dengan ucapan “Selamat melaksanakan ibadah puasa” ucapan ini disampaikan kepada saudara-saudara kita yang berada disekitar gereja atau orang-orang yang melaksanakan ibadah puasa yang lewat didepan gereja HKBP Semper Ressort Semper Jakarta.
Penulis salut kepada para NRHKBP Semper atas ucapan tersebut karena hubungan baik yang sudah terjalin selama ini dengan warga sekitar gereja oleh para orangtua sudah diteruskan oleh para NRHKBP Semper sebagai generasi penerus yang akan meneruskan tongkat estafet digereja ini.

I. Jadilah Terang Dunia
Istilah atau kutiban diatas sudah sering kita dengar dari para pengkhotbah dimana mana tetapi dalam prakteknya ucapan itu hanya “pemanis kata saja” atau lips service kata orang dois disana (kata dois ini untuk generasi sekarang tidak mengerti lagi tetapi untuk generasi zaman dahulu kata-kata ini sangat populer kepada semua orang Barat Duitsch= Jerman. Contoh yaitu Schwester Hester Needham yang bekerja terakhir di Maga Mandailing Natal sekarang, dia adalah bangsa Inggris yang bekerja di Tanah Batak dibawah bendera RMG maka dia selalu disebut orang Dois juga pendeta Munson dan Lyman orang Amerika juga disebut orang Dois). Karena dalam pelaksanaan atau dalam penerapan sehari hari kadang sangat jauh panggang dari api. Kita lihat saja pada saat saudara-saudara kita yang ada disekitar gereja ini yang non Batak sedang berdukacita, jarang kita datang melawat kesana menyampaikan ucapan turut berdukacita. Padahal mereka adalah tetangga kita yang menjadi saudara terdekat kita “jonok dongan tubu jonohan dongan parhundul”.
Dalam terjemahan bebas: walaupun kita punya saudara dekat tetapi tetangga kitalah saudara terdekat kita. Contoh saja kita ambil dimana apabila kita sakit dan perlu cepat-cepat dibawa kerumah sakit tidak mungkin kita harus menelepon dan menunggu saudara kita yang berada “dibanua leku” sana yang jaraknya 40 km dan bisa datang minimal dua jam dan itupun belum tentu bisa datang dalam dua jam tadi mengingat jalan-jalan di jakarta kapan saja dimana saja pasti macet kecuali tengah malam atau dini hari. Menjadi terang itu harus mengasihi orang lain dan itupun harus berbuat sesuatu walaupun itu kecil sesuai kemampuan. Disekitar gereja kita masih banyak anggota masyarakat yang berada dalam kondisi menengah kebawah dan itu tentunya perlu kita lihat disamping jemaat kita sendiri untuk jemaat kita sendiri kita sudah mulai melaksanakan Diakoni sosial sesuai dengan kemampuan gereja dan tentunya untuk masyarakat sekitar perlu juga kalau keuangan gereja mengijinkan perlu kita teruskan seperti apa yang diperbuat oleh NRHKBP bekerja sama dengan dewan Diakonia membagikan paket sembako dan juga melaksanakan pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar.Hanya sedikit penulis bertanya hal ide datangnya dari NRHKBP dan mereka juga mencari sendiri, apa-apa yang akan dibagikan dengan harga jauh di bawah harga pasar. Terimakasih untuk itu kepada NRHKBP Semper. Kadang-kadang kita masih membawa sifat-sifat asli kita dari kampung di Bonapasogit atau didaerah perantauan yang didominasi orang-orang Batak asli dan satu agama saja dimana dalam bermasyarakat sehari hari hanya dalam kumpulan Batak. Akibatnya untuk berbuat sesuatu untuk masyarakat sekeliling kita kurang begitu tertarik. Jangankan untuk masyarakat sekeliling kita untuk orang sesama Batak saja kita pilah-pilah antara Batak Islam dan Batak Kristen non HKBP dan Kristen HKBP. kadang-kadang kita lupa atau pura-pura lupa bahwa berdirinya suatu gereja ditempat perantauan seperti Jakarta ini kalau tidak ada izin dari tokoh-tokoh masyarakat non Kristen jangan harapkan bisa berdiri termasuk gereja kita HKBP Semper ini.
Hubungan baik yang telah dijalin oleh para pendahulu kita dengan masyarakat sekitar membuat didapatnya kemudahan-kemudahan dari masyarakat sekitar sehingga gereja kita bisa berdiri. Mereka itu antara lain bapak Soleman Rumapea, bapak H. Bangun Napitupulu bapak R.W dan Lurah Semper yaitu bapak H. Jurtoni dan masih banyak lagi nama-nama yang lain. Dan pada saat terjadi peristiwa Tanjung Priok yang lalu dimana masa yang bergerak dari Sukapura menuju Tanjung Priok sesudah menghancurkan rumah Pendeta sekaligus gereja Bethel disana mereka bergerak mau masuk ke komplek Tipar Selatan untuk menghancurkan gereja kita. Dipersimpangan jalan sudah banyak berdiri penduduk komplek Tipar Selatan dan terjadi dialog antara penduduk dan rombongan yang mau masuk ke komplek Tipar Selatan ini sebagai berikut:
Penduduk Tipar Selatan (PTS)
Anggota Rombongan (AR)
PTS: Saudara-saudara mau kemana?
AR: Kami mau masuk karena dikomplek ini ada gereja.
PTS: Kalau ada kamu mau apa?
AR: Kami mau rusak karena itu kafir.
PTS: Jadi kamu mau rusak gereja berarti merusak kampung kami.
AR: Tidak ada urusan.
PTS: Kalau kamu mau merusak gereja berarti mau merusakkampung kami, kalau begitu langkahi dulu mayat saya katanya sambil berdiri ditengah jalan masuk JL. Tipar Selatan I.
AR: Melihat yang dihadapi adalah salah seorang tokoh terpandang di Komplek Tipar Selatan dan kenal baik dengan pimpinan rombongan melanjutkan perjalanan ke Prapatan Semper dan seterusnya ke Pasar Permai dan disanalah terjadi peristiwa Tanjung Priok yang terkenal itu.
Catatan: Menurut informasi ada beberapa gereja yang dirusak oleh massa di Jakarta Utara sebagai korban “ peristiwa Tg. Priok itu. Dan untuk gereja HKBP Semper, selamatlah dari huru hara tersebut diselamatkan oleh Tuhan melalui “tokoh masyarakat “tersebut”. Dan peristiwa ini hanya diketahui oleh beberapa gelintir tokoh-tokoh tua gereja ini. Dan bagaimana sikap warga sekitar gereja dalam pembangunan gereja permanen pada awal September 1978? Pada awal September 1978 gereja lama yang dibuat sangat sederhana (sesuai kemampuan waktu itu) yang terdiri dari tiang kayu empat dibantu oleh tiang pembantu dari bambu berdinding bambu yang dianyam (topas) berlantai tanah dan atap genteng biasa tanpa loteng. Bangunan itu dibongkar dan diganti dengan bangunan permanen dengan sumbangan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan biaya Rp 10 juta. Pada penyerahan bangunan yang setengah jadi (sesuai kemampuan uang tersebut) para tokoh-tokoh masyarakat disekitar gereja ikut menyaksikan penyerahan gereja tersebut didalam gereja oleh Gubernur DKI Jakarta yang diwakili oleh wakil Gubernur Chourmain yang diterima oleh Dewan Pembangunan yaitu St Drs. Selamat Limbong, Ketua Pembangunan Mayor Djongguk Pangaribuan (dikemudian hari menjadi Sintua dan Guru Huria HKBP Semper) sedang penulis adalah wakil Ketua Pembangunan gereja HKBP Semper. Pada sambutan itu tokoh masyarakat mengucapkan terimakasih pada pemerintah DKI dan mereka akan membantu mengamankan gereja bersama warga gereja. Dan janji itu mereka laksanakan sesuai peristiwa tersebut diatas tadi. Dan kalau ada hal-hal yang terjadi karena akibat/ekses suatu kebijakan-kebijakan digereja ini maka para tokoh-tokoh tua jemaat gereja ini selalu memberitahukan pada tokoh-tokoh masyarakat akan hal itu, komunikasi ini perlu agar “ tangan-tangan kotor”tidak masuk memperkeruh suasana yang sedang ada digereja saat pergolakan ini.

II. Kita Perlu Berbuat Sesuatu
Lima tahun yang lalu tepatnya tahun 2006 penulis mengusulkan agar gereja mengirim “seekor kambing korban” sebagai eksistensi gereja kita dilingkungan ini pada saat Hari Raya Kurban (Idul Adha) tahun 2006. Hal ini mendapat tantangan dari sebagian parhalado dengan alasan bahwa “orang sini” sifatnya kalau masuk jari masuk botohon katanya. Karena setiap menjelang Idul Adha penulis dengan getol selalu mengusulkan dengan memberikan alasan yang bisa diterima akhirnya rencana itu disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham terbatas alias parhalado partohonan pada tahun 2009. Dan kita sudah 3 tahun ini (3 kali mengirim) kambing korban disana. Pendekatan kepada warga dilingkungan gereja ini bisa dilaksanakan antara lain dengan dua cara yaitu:
1. Pendekatan Pribadi (personal approach)
Pendekatan secara pribadi dimana setiap pendekatan ini dilaksanakan orang bisa mengadakan pendekatan dengan masyarakat sekitar gereja dengan mengadakan partisipasi aktip dalam setiap acara yang ada. Hal itu bisa diadakan misalnya warga Rt 04 Rw 05 (tempat gereja berdomisili) seiring mengadakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan. Tentunya baik gereja maupun kita warga sekitar tentunya harus ikut berpartisipasi langsung yang jelas kita tidak pernah absent akan kegiatan tersebut.
2. Pendekatan secara Institusi (Institutional approach)
Pendekatan ini telah dilaksanakan oleh gereja dalam beberapa hal antara lain memberikan hadiah saat lebaran untuk orang-orang tertentu, memberikan pengobatan gratis, pemberian sembako murah untuk warga sekitar, pengiriman kambing korban saat Idhul Adha dan lain-lainnya memberi kesempatan kepada para hansip, Rt,Rw untuk pengamanan gereja dalam acara-acara tertentu juga memberi kesempatan pada para pemuda-pemuda sekitar untuk mengamankan parkir kendaraan dilapangan belakang gereja untuk saat-saat tertentu baik pada hari Minggu maupun saat-saat ada kebaktian pada hari-hari tertentu digereja baik saat acara Martuppol maupun pada acara perkawinan.

III. Prinsip-Prinsip Dalam Hubungan Dengan Masyarakat Sekitar Gereja
Dalam hidup dalam masyarakat yang majemuk dan menjadi golongan minoritas dalam bingkai NKRI yang kita cintai ini, kita harus pandai-pandai dalam hidup bermasyarakat,kekuatangolongan mayoritas dalam wadah-wadah tertentu dan rendahnya wibawa pemerintah dimata rakyatnya dewasa ini membuat siapa sebenarnya yang lebih berkuasa dinegara ini menjadi saru. Lihat saja adanya demo besar-besaran yang menutup jalan, membakar gedung pemerintah, membakar Kantor Polisi, Kantor-kantor perusahan, demo menuntut hak ulayat yang diambil oleh perusahaan besar, Bandara dan lain-lain membuat lemahnya kepastian hukum dalam penegakannya. Gereja yang sudah diputus oleh Mahkamah Agung izinnya syah menurut hukum negara tetapi ditolak oleh Pemda setempat membuat jemaat suatu gereja di Bogor harus melaksanakan kebaktian Minggu dipinggir jalan. Dan itupun masih di usir oleh orang tertentu dengan alasan mengganggu ketertiban umum.
Dalam hidup bermasyarakat kita perlu melaksanakan beberapa prinsip-prinsip berhubungan baik dengan warga di sekitar sebagai berikut:
1. Jadilah warga yang baik dalam keseharian saling hormat menghormati, saling bergotong royong satu sama lain.
2. Jadilah menjadi seorang motivator bagi orang lain.
3. Hidup berdampingan sesama warga harus mempunyai sifat yang ramah.
4. Harus dihindari debat kusir dan usahakan agar bisa menerima dan menghargai pendapat orang lain walaupun sebenarnya kita tidak sependapat.
5. Hindari kebiasaan menang sendiri karena belum tentu secara umum pendapat anda benar.
6. Kebiasaan selalu mengkritik orang lain harus dihilangkan karena kebiasaan itu membuat anda akan dihindari orang lain.
7. Ramah kepada orang lain tidaklah menurunkan wibawa anda tetapi justru orang lain akan lebih menghormati anda.
8. Usahakan dalam pembicaraan untuk membicarakan apa yang diminati orang lain dan dia akan mengikuti jalur anda.
Dengan demikian anda akan menjadi panutan masyarakat disekitar anda.

Penutup
Sebagai anggota masyarakat disekitar gereja dan melihat kondisi dan situasi masyarakat dewasa ini yang sangat labil dan kita juga akan tetap saling membutuhkan satu sama lain. Untuk itu gereja juga harus berbuat sesuatu sesuai kemampuan untuk menjalin silahturahim kepada masyarakat sekitar gereja. Pengurusan surat-surat tanah yang masih belum selesai, Pengurusan surat izin membangun gedung sekolah minggu yang masih antah berantah perlu ditindak lanjuti dengan penuh kearifan kalau tidak nanti ada orang yang akan menunjukan surat kepemilikan lahan tersebut secara resmi dari pemerintah baru kita sadar. Karena dalam kondisi sekarang surat bukti kepemilikan lahan ditentukan oleh surat bukan bukti penguasaan akan hal itu. Masih banyak harus kita kerjakan dan butuhkan dalam bekerjasama dengan masyarakat disekitar gereja. Mengasihi bukan hanya suatu retroika belaka tetapi harus dalam bentuk nyata sekecil apapun kita perbuat untuk mengasihi masyarakat yang susah disekitar gereja bagi Tuhan itu adalah suatu hal besar asal dilakukan dengan sukacita.
Tuhan akan selalu bersama kita, Amin dan Horas.

(Penulis adalah K. Pohan Siahaan, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Februari 2012)