Selasa, 16 Maret 2010

ARTIKEL: WANITA

“Ah, seandainya saja Tuhan mau menciptakan aku agar bisa secantik dia.” “Aku tentu tidak bisa seperti dia. Dia kan juara kelas dulunya.” Atau ungkapan “Ah, saya mah hanya cewek yang biasa-biasa saja koq.” Seringkali ungkapan-ungkapan di atas saya dengar didengungkan oleh para wanita Kristen yang menurut saya mereka punya mempunyai potensi untuk menjadi terbaik yang bisa mereka lakukan. Kelemahan yang ada pada diri mereka seringkali sengaja mereka ciptakan menonjol sehingga menutup kemungkinan penggalian potensi kelebihan yang ada pada diri mereka. Anda punya kelemahan dan tentu saya juga. Sekarang anda pikirkan kelemahan yang ada diri anda. Coba hitung ada berapa banyak! Tuliskan di halaman kosong di bawah ini!
Anda, seorang wanita tentunya, adalah cantik. Ya, anda adalah ciptaan yang diciptakan cantik sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Percaya atau tidak! Beberapa pemikir kristen setuju terhadap interpretasi mereka akan Kejadian 1 tentang penciptaan. Mereka sependapat bahwa ketika Allah menciptakan wanita maka “puaslah” Allah dengan mengatakan “...sungguh amat baik...” (Kej.1:31). Kecantikan wanita di awal penciptaan juga ditekankan Allah dengan menjadikan wanita seorang penolong bagi umat manusia, “...keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej.3:15). Setiap wanita yang diceritakan dalam Alkitab percaya atau tidak menjadi cantik karena menggunakan segenap potensi yang ada dalam dirinya hanya untuk kemuliaan Tuhan. Akibatnya penggunaan segenap potensi yang mereka itulah yang membuat cantik para wanita yang sering kita temukkan kisahnya dalam Alkitab. Anda tentu lebih hafal wanita mana saja dalam Alkitab yang dipakai Tuhan untuk menjalani berbagai misi Tuhan. Tapi menurut saya, definisi cantik dalam tulisan ini adalah pengenalan akan diri masing-masing wanita terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada dan mengunakan sebaik-baiknya pengetahuan tersebut untuk kemuliaan Tuhan.
Secara sekilas, kata cantik selalu identik didengungkan orang untuk hal-hal yang bersifat lahiriah. Wajah, bentuk fisik, dandanan menjadi ukuran awal penilaian orang terhadap wanita cantik. Bagi saya, cantik akan menjadi penilaian relatif. Menurut kacamata manusia tentunya. Anda mungkin memiliki wajah yang sedap dipandang, bentuk fisik yang proporsional atau mampu berdandan dengan sewajarnya. Setiap wanita, sekali lagi, diciptakan dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada. Pernah suatu kali dalam sebuah jamuan makan malam saya pernah menemui seorang wanita yang secara lahiriah cantik, dia memang bak seorang model kondang. Namun setelah tahu bagaimana tutur bahasa dan cara menghisap rokoknya, luntur sudah penilaian cantik saya terhadap dia. Suatu kali pula dalam sebuah pertemuan pemuda Kristen, saya juga pernah mendapati seorang pemudi Batak Kristen yang memiliki bentuk badan yang tidak terlalu proporsional, berdandan sederhana dan bertutur kata yang sedap didengar, apalagi ditambah pula dengan wajahnya yang ramah. Menurut saya orang seperti wanita terakhir yang saya sebutkan tersebut cukup cantik.
Ada pula jenis wanita yang pernah saya temui berada dalam kubu yang ekstrim. Ada yang sangat menyenangi suatu dandanan baik wajah, pakaian ataupun cara dia bergaul namun ada juga yang sangat cuek dalam berdandan dan menilai bahwa harkat wanita adalah sebagaimana apa adanya, bukan konsumsi laki-laki ataupun perusahaan kosmetik dan pakaian ternama. Tipe pertama sering saya temui terhadap wanita yang pada dasarnya mereka cantik, namun tingkat kepeduliannya yang “cukup” bermasalah jika ada sesuatu yang kurang rapi pada rambutnya, make-up nya, ataupun cara dia berpakaian, membuatnya menjadi tidak secantik wajahnya. Para wanita Batak yang orangtuanya cukup berada dan sejak kecil selalu dimanjakan oleh mereka sering saya lihat berada dalam kelompok ini. Kelompok kedua yang agak “cuek” dengan penampilannya adalah mereka yang sering menjadi aktivis baik di kampus ataupun organisasi-organisasi nirlaba. Para wanita aktivis itu kebanyakan ada beberapa yang saya kenal cukup manis dan cantik namun seringkali ke”cuek”an mereka sering membuat saya berpikir bahwa idealisme mereka tidak bisa dikompromikan dengan kecantikan lahiriah. Saya sependapat dengan idealisme mereka, tapi tidak sepenuhnya. Bagaimana pun juga kita hidup dalam dunia yang perlu norma dan hubungan sosial yang dimana kita berinteraksi. Jadi berdandan juga perlu untuk seorang wanita. Dan saya pikir kebanyakan dari anda juga berpikir demikian.
Ada hal lahiriah yang menjadi penilaian orang banyak mengenai cantik dan ada penilaian batiniah yang juga menurut orang cantik. Ada wanita yang memang diciptakan berwajah cantik. Ada juga yang diciptakan berhati mulia. Kebanyakan wanita berada dalam pencarian pendekatan kedua titik tersebut diatas. Ingin memiliki wajah dan hati yang sama-sama cantik, menurut pengakuan manusia tentunya. Namun uniknya ada cukup banyak wanita Kristen yang secara subyektif “berpikir” bahwa dirinya tidak memiliki salah satu atau kedua-dua hal di atas. Karunia Tuhan sungguh beraneka ragam pada setiap ciptaaNya. Namun jangan lupa bahwa seluruh ciptaaNya tersebut diciptakan segambar dan serupa Allah (Kej.1:26). Seluruh ciptaan Tuhan berada dalam kondisi terbaik yang menurut Tuhan dilahirkan ke dunia. Tidak ada “salah produksi” dalam kerangka rencana Tuhan.
Saya setuju dengan wanita yang brdandan. Tidak hanya wanita, para pria pun juga perlu. Namun, batasnya tidak seperti yang dilakukan para wanita. Berdandan yang saya maksud tidak melulu harus merasa risih jika dandanannya kurang rapih, make-up nya kurang tebal, atau hal-hal lain yang membuat tampak berkelebihan. Berdandanlah yang sewajarnya. Proposional. Menurut Joyce Landorf dalam bukunya “The Fragrance of Beauty”, kecantikan luar yang dapat menjadi acuan para wanita dalam berdandan adalah:
1. Kebersihan
Para pria kebanyakan menilai wanita yang bersih sebagai wanita yang cantik. Mulailah perhatikan kebersihan dari ujung kaki hingga ujung rambut agar dapat diperhatikan para pria.
2. Make-up yang pantas
Selalu gunakan make-up yang tips, jangan teralalu menonjol ataupun terkesan tebal.
3. Mata yang bersinar
Coba perhatikan penggunaan eye shadow, eyeliner ataupun alis dan bulu mata yang terkesan kurang rapi.
4. Keindahan bibir
Sama sepert make-up, gunakan lipstik yang berwarna lembut dan tipis saja.
5. Rambut yang indah
Rambut anda adalah mahkota anda. Jangan biarkan terkesan berantakan, rapihkan dengan sisir atau ikat dengan alat jepit rambut.
Masih menurut Joyce Landorf, berbagai hal-hal diatas untuk menambah kecantikan wajah anda hanya merupakan dasar, tetapi dapai dapat dipakai untuk meneguhkan atau melemahkan iman anda. Sangat indah apabila anda dapat melihat diri sebagimana Allah dan orang lain melihat diri anda. Mungkin anda dapat menilai wajah anda dengan lebih tepat. Tetapi yang anda miliki hanyalah cermin Allah (FirmanNya) untuk iman anda dan cermin di kamar anda untuk melihat waja anda. Kalau keduanya, Firman dan cermin di kamar dapat anda pakai dalam kehidupan sehari-hari, tentu anda dapat menjadi seorang wanita yang cantik dan menarik karena iman dan wajahnya sebagaimana yang diinginkan Alah.
Tidak hanya berlaku bagi wanita, tentu setiap orang Kristen diharuskan menghasiklkan buah roh dalam setiap nafas kehidupannya sebagai murid Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikaan, kesetiaan kelemahlembutan dan penguasaan diri. (Gal 5:22). Joyce Landorf juga mengungkapkan bahwa sifat-sifat yang akan ada dalam kedidupan seorang wanita yang cantik adalah:
1. Memiliki rasa humor
Mungkin ia tidak dilahirkan dengan bakat berhumor, tetapi ia melatih pikirannya untuk melihat kejadian-kejadian yang timbul dalam hidupnya dari sudut humor. Ia mampu mangambil segi positif dari segala permasalahan yang timbul dalam hidupnya dan menganggapnya sebagai sesuatu hal yang ringan.
2. Memancarkan keramahan
Sapaan salam dan senyuman selalu menghiasi wajahnya.
3. Pandai mengatur rumah tangganya
Kerapihan selalu menjadi bagian dalam hidupnya
4. Murah hati
Ia melakukan sesuatu dengan tulus, bahkan demi menolong orang lain.
5. Baginya segala sesuatu mengagumkan
Ciptaan Tuhan merupakan sesuatu hal dimana ia harus banyak belajar daripadanya.
6. Selalu jujur
Boleh jadi penerimaan akan apa kekurangan dan kelebihannya menjadi sifat yang melekat dalam dirinya.
7. Senang belajar
Mencoba berbagai potensi yang ada dalam dirinya.
8. Dapat membuat prioritas
Baginya kepentingan selain dirinya sendiri selalu diutamakan.
9. Menghargai sesuatu
Ia selalu bersyukur akan segala sesuatu.
Anda pasti memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Sesuatu hal yang seringkali baik secara sadar maupun tidak anda dapat mudah pelajari atau orang lain tidak menemukanya dalam diri mereka namun ada pada diri anda. Coba pikirkan! Tuliskan di halaman kosong di bawah ini!











Menjadi wanita yang cantik dan menarik adalah panggilan Tuhan. Anda mungkin merasa selama ini bahwa usaha untuk menjadi cantik dan menarik merupakan usaha untuk menyenangkan hati manusia, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Itu benar, namun Tuhan sebagai Sang Pencipta merupakan cermin sekaligus perwujudan kasih karunia yang telah kita terima selama ini. Sungguh ironis bahwa usaha menjadi cantik dan menarik hanya untuk menyenangkan hati manusia. Galilah segenap kelemahan anda! Gali juga segenap kelebihan anda! Anda tentu tidak diciptakan sebagai ciptaan yang biasa-biasa saja, tentu juga bukan ciptaan yang luar biasa sehingga anda orang yang memiliki segala kemampuan. Anda dan saya sama-sama diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan yang menurut rencana Tuhan harus ada melekat pada diri kita. Potensi yang ada pada masing-masing kita tidak akan kita ketahui jikalau tanpa kita gali dan berani mencoba. Lakukan yang terbaik untuk kemuliaan Allah! Selamat mencoba.

Daftar bacaan:
1. Alkitab Terjemahan Baru, LAI,1974
2. Karssen, Gien. “The Best of All”, The Navigators, USA, 1982.
3. Landorf, Joyce. “The Fragarance of Beauty”, Scripture Press Publications, 1973.

(Penulis adalah Frederick S. Manullang, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Oktober 2006)

Tidak ada komentar: