Sabtu, 08 Mei 2010

ARTIKEL: KEDATANGAN KEMBALI KRISTUS

I. Pengantar
Pembicaraan sekitar kedatangan kembali Kristussangat mendapat perhatian dalam lingkup iman Kristen. Berbagai artikel, pembahasan kelompok pendalaman Alkitab dan buku – buku dogmatika Kristen selalu mencantumkan hal yang satu ini. Upaya ini dapat dimaklumi karena munculnya pemahaman yang sesat yang dapat mengaburkan kepastian iman Kristen tentang kedatangan kembali Kristus dengan berbagai spekulasi. Untuk itulah dalam tulisan ini kita akan membahas seputar kedatangan kembali Kristus, apa tanda – tanda, bagaimana sikap yang benar menanti kedatanganNya serta tujuan kedatanganNya.

II. Kristus Akan Datang Kembali
Alkitab dengan jelas menyaksikan bahwa Kristus akan datang kembali. Tuhan Yesus sendiri pernah membicarakan ini kepada para muridNya didalam Matius 24 – 25. Ketika Yesaya terangkat ke surga dan murid–muridNya menatap ke langit, malaikat Tuhan mengingatkan mereka : “…Yesus ini, yang terangkat ke surga akan datang kembali dengan cara yang sama” (Kis 1 :11). Rasul Paulus sendiri sering membicarakan hal kedatangan kembali Kristus dalam surat – suratnya, malah dia sangat merindukan masa itu. Bila kita membaca surat yang pertama dari Paulus ke Jemaat di Tesalonika, akan kita temukan pembicaraan mengenai hal ini di akhir tiap pasal. Kesaksian – kesaksian ini ( dari Yesus sendiri dan Rasul Paulus) telah menunjukkan bahwa kedatangan kembali Kristus adalah pasti, namun tidak dapat dipastikan waktu kedatanganNya, hal itu tidak terbukti dan tidak alkitabiah, sebab Alkitab ( bahkan Yesus Kristus) tidak pernah membicarakan soal kepastian waktu secara jelimet (Mark 13:32; Kis 1:7).

III. Tanda – Tanda Kedatangan Kembali Kristus
Alkitab memberitakan juga bahwa kedatangan Kristus disertai atau didahului oleh bermacam – macam tanda. Apa bila tanda–tanda itu dikompilasi, dapat disimpulkan :
- Munculnya Kristus Palsu yang akan menyesatkan banyak orang (Mat 24:5)
- Akan datang godaan yang besar, yang menyebabkan banyak orang Murtad; ada penganiayaan, saling benci – membenci, keluarga terpecah belah, saling bunuh – membunuh ( Mat 24:8-12; Mrk 13:12)
- Akan ada perang, dan bala kelaparan serta gempa bumi (Mat 24:6-7)
- Akan ada bencana alam yang besar sekali (Mat 24:29)
- Dilangit , akan ada tanda Anak Manusia (Mat 24:30)
- Banyak orang beralih dari iman / murtad (2 Tes 2:3)
- Munculnya Anti Kristus (2 Tes 2:3-7)
- Injil kerajaan akan dibritakan di seluruh dunia (Mat 24:14)
- Kerajaan Seribu tahun (Why 20)
- Bangsa Yahudi akan bertobat (Rm 11:2; 28-29)
Tanda – tanda ini diterima oleh gereja sepanjang abad, sebagai tanda – tanda yang mendahului kedatangan Kristus. Tentu dalam memahami setiap nas diatas tidak bisa dipisahkan dari konteks atau yang melatarbelakangi disampaikannya teks tersebut. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan dalam menafsirkan dan mengambil makna dari dalamnya. Dengan kata lain, setiap orang Kristen harus mengenal zamannya sendiri, kejadian –kejadian yang manakah yang terjadi pada zamannya sediri yang mengungkapkan roh atau aliran yang menyesatkan dan mana yang berpihak kepada Kristus. Sebetulnya, peringatan melalui tanda – tanda tadi dipusatkan pada panggilan agar orang beriman bertahan hingga akhir hidup mereka, sekalipun mereka berada ditengah – tengah godaan dan persoalan yang bagaimanapun.

IV. Sikap Menyongsong Kedatangan Kembali Kristus
Kalau kita membaca secara seksama semua kesaksian Alkitab yang berkaitan dengan kedatangan kembali Kristus, kita tidak menemukan perhitungan waktu dan repot dengan menganalisa tanda – tanda, tetapi yang dipentingkan adalah bagaimana sikap yang benar dalam menyongsong kedatanganNya kembali. Kitab injil maupun surat – surat Paulus lebih menekankan soal kesiapan hati kita dari sisi iman. Pada bagian ini kita menekannkan pentingnya memiliki sikap yang benar dalam menyongsong kedatanganNya, karena tidak sedikit orang yang mengambil sikap yang salah. Mungkin belum lupa dari ingatan kita kesalahan yang dilakukan Pdt. Mangapin Sibuea dan jemaatnya. Kesalahan seperti itu bukan lagi sekali dalam sepanjang sejarah gereja, baik yang dilakukan secara pribadi maupun kelompok. Bertolak dari khotbah Tuhan Yesus tentang akhir zaman, ada tiga hal yang penting sikap kita dalam menyongsong kedatanganNya kembali.
Pertama, berjaga-jagalah. Kita harus berjaga – jaga karena kita tidak tahu kapan kepastian kapan kedatanganNya kelak. Segala sesuatu berjalan dengan seadanya. Tuhan Yesus mengatakan “ sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk kedalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, demikian pulalah halnya kelak kedatangan anak manusia (Mat 24:38-39)
Kedua, imanmu tetap hidup. Sungguh menyedihkan gambaran tentang gadis yang bodoh dalam perumpamaan yang dibuat Tuhan Yesus (Mat 25 :1-13) kelima gadis bodoh itu tidak memiliki persediaan minyak, ketika mempelai tiba – tiba datang. Iman yang hidup dimungkinkan kalau ada “minyak” yaitu doa atau hubungan yang terus – menerus dengan Tuhan.
Ketiga, Tetap berkarya dengan kreatif. Perumpamaan Tuhan Yesus dalam Mat 25 :14-30), menunjukkan pentingnya kesetiaan pada tugas atau tanggung jawab yang diemban, termasuk mengembangkannya secara kreatif. Masalah bukan terletak pada berapa banyak talenta yang diberikan pada kita, tetapi bagaimana sikap kita terhadap talenta itu. Apa dan bagaiman talenta kita, biarlah kita mengerjakan dan mengembangkannya dengan setia.

V. Tujuan Kedatangan Kembali KRistus
Ada 2 hal penting yang terjadi pada kedatangan Kristus :
1. Kebangkitan orang mati. Ajaran ini banyak disinggung dalam Alkitab khususnya Perjanjian baru. Tuhan Yesus mengatakan “…supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh 6:40). Mengenai kondisi manusia yang kelak akan dibangkitkan secara panjang lebar telah dibahas oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15.
2. Penghakiman terakhir. Tujuan penghakiman bukan hanya menetapkan tujuan akhir manusia, tetapi ada tiga hal yang utama yakni:
a. Menyatakan kemuliaan Allah
b. Menunjukkan secara nyata antara umat Allah dan yang memusuhi Allah
c. Menyatakan upah dan penghukuman yang akan diterima tiap – tiap orang

VI. Penutup
Adalah sesuatu hal naïf jika manusia coba menentukan kapan pastinya kedatangan kembali Yesus Kristus, sebab Dia sendiri tidak pernah memberitahukan kepastian waktunya. Janganlah orang Kristen sibuk menduga – duga kapan Yesus datang kembali, sebab hal itu tidak ada faedahnya. Yang penting adalah, bagaimana kita mempersiapkan diri selama kita masih dalam suasana menanti saat ini. Tetaplah kerjakan keselamatanmu, siap sedialah dan berjaga – jagalah. Menarik untuk disimak kata –kata Marthin Luther: “ seandainya pun besok Yesus Kristus akan datang kembali hari ini saya akan menanam appel” Apa yang dapat kita kerjakan hari ini, kerjakanlah dalam kesungguhan sebagai persiapan menyongsong kedatang kembali Kristus, agar kelak kita tidak kehilangan mahkota kehidupan yang akan dia anugerahkan.

(Penulis adalah Pdt. Daniel Napitupulu, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Desember 2005)

Tidak ada komentar: