Jumat, 25 Maret 2011

HUMOR

Ulangan 14 Februari
Seorang siswa SMA malas mempersiapkan diri menghadapi ulangan pada malam Hari Kasih Sayang yang selalu ia rayakan bersama dengan pasangannya.
Keesokan harinya, pada lembar jawaban ia hanya mampu menuliskan keluh kesahnya karena tidak belajar.
"Soal-soal ini terlalu sukar. Cuma Tuhan yang bisa menjawabnya. Selamat Hari Kasih Sayang, Bu Guru"
Ketika pulang sekolah, ia menerima hasil ulangan bertuliskan:
"Tuhan dapat 100, kamu dapat 0, Selamat Hari Kasih Sayang"

Jurus Tak Ampuh
Si Anton sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan dengan (baca: merayu) cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut:
Anton : Maaf, Mbak. Punya obeng, tidak?
Cewek: Ha? Tidak!
Anton : Kalau nomor HP punya, kan?
Akhirnya, Anton ingin mencoba "rayuan maut" tersebut
An : Maaf, Mbak. Punya obeng tidak?
Cew : Punya .... Mau yang plus atau minus?
An : Eh?!? Yang minus saja, Mbak. Kalau palu punya tidak?
Cew : Punya juga, ... nih ....
An : Kalau kunci inggris, ada tidak? (Dengan penuh
pengharapan agar si cewek menjawab "tidak")
Cew : Ooo ... itu juga ada ... dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau
yang mana?
An : Langsung aja deh, Mbak. Punya nomor HP, tidak?
Cew : Ooo ... ini .... (Sambil menyodorkan kartu nama dan brosur
Ase Hardware). Kalau Mas butuh perkakas, hubungi saya saja. Saya kebetulan di bagian penjualan Ase Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ase Hardware gitu lho!
An : Nasiiib.... (Sambil pergi dengan tertunduk lesu.)

Selalu Berbagi
Hari Minggu sore itu Musa dan Kaleb datang terlambat ke Gereja, padahal saat itu adalah belajar sidi seperti biasa.
Ketika mereka berdua dengan tergesa-gesa dan hampir bersamaan masuk ke kelas, sedangkan teman-teman lainnya sudah berada dalam kelas.
" Musa, kenapa kamu datang terlambat? Bukankah amang sudah jauh-jauh hari berpesan supaya semua datang pada waktunya?" tegur amang pengajar sidi tersebut
"Maaf, amang, saya ketiduran karena bermimpi," sahut musa secara jujur.
Grrrrr…seisi kelas tergelak dan tertawa.
"Memangnya kamu mimpi apa?" tanya pengajar lagi.
"Saya bermimpi dibawa malaikat jalan-jalan ke surga, amang…"
"Hmmm… Nanti sesudah acara kamu ceritakan di depan kelas tentang mimpimu itu ya," kata pengajar setengah menyindir Musa.
Lalu amang beralih kepada Kaleb, "Kamu, Kaleb, kenapa terlambat."
Jawab Kaleb, "Aku diajak Musa dalam mimpinya itu, amang…"

(Tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Februari 2011)

Tidak ada komentar: