Selasa, 16 Maret 2010

ARTIKEL: WANITA

“Ah, seandainya saja Tuhan mau menciptakan aku agar bisa secantik dia.” “Aku tentu tidak bisa seperti dia. Dia kan juara kelas dulunya.” Atau ungkapan “Ah, saya mah hanya cewek yang biasa-biasa saja koq.” Seringkali ungkapan-ungkapan di atas saya dengar didengungkan oleh para wanita Kristen yang menurut saya mereka punya mempunyai potensi untuk menjadi terbaik yang bisa mereka lakukan. Kelemahan yang ada pada diri mereka seringkali sengaja mereka ciptakan menonjol sehingga menutup kemungkinan penggalian potensi kelebihan yang ada pada diri mereka. Anda punya kelemahan dan tentu saya juga. Sekarang anda pikirkan kelemahan yang ada diri anda. Coba hitung ada berapa banyak! Tuliskan di halaman kosong di bawah ini!
Anda, seorang wanita tentunya, adalah cantik. Ya, anda adalah ciptaan yang diciptakan cantik sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Percaya atau tidak! Beberapa pemikir kristen setuju terhadap interpretasi mereka akan Kejadian 1 tentang penciptaan. Mereka sependapat bahwa ketika Allah menciptakan wanita maka “puaslah” Allah dengan mengatakan “...sungguh amat baik...” (Kej.1:31). Kecantikan wanita di awal penciptaan juga ditekankan Allah dengan menjadikan wanita seorang penolong bagi umat manusia, “...keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej.3:15). Setiap wanita yang diceritakan dalam Alkitab percaya atau tidak menjadi cantik karena menggunakan segenap potensi yang ada dalam dirinya hanya untuk kemuliaan Tuhan. Akibatnya penggunaan segenap potensi yang mereka itulah yang membuat cantik para wanita yang sering kita temukkan kisahnya dalam Alkitab. Anda tentu lebih hafal wanita mana saja dalam Alkitab yang dipakai Tuhan untuk menjalani berbagai misi Tuhan. Tapi menurut saya, definisi cantik dalam tulisan ini adalah pengenalan akan diri masing-masing wanita terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada dan mengunakan sebaik-baiknya pengetahuan tersebut untuk kemuliaan Tuhan.
Secara sekilas, kata cantik selalu identik didengungkan orang untuk hal-hal yang bersifat lahiriah. Wajah, bentuk fisik, dandanan menjadi ukuran awal penilaian orang terhadap wanita cantik. Bagi saya, cantik akan menjadi penilaian relatif. Menurut kacamata manusia tentunya. Anda mungkin memiliki wajah yang sedap dipandang, bentuk fisik yang proporsional atau mampu berdandan dengan sewajarnya. Setiap wanita, sekali lagi, diciptakan dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang ada. Pernah suatu kali dalam sebuah jamuan makan malam saya pernah menemui seorang wanita yang secara lahiriah cantik, dia memang bak seorang model kondang. Namun setelah tahu bagaimana tutur bahasa dan cara menghisap rokoknya, luntur sudah penilaian cantik saya terhadap dia. Suatu kali pula dalam sebuah pertemuan pemuda Kristen, saya juga pernah mendapati seorang pemudi Batak Kristen yang memiliki bentuk badan yang tidak terlalu proporsional, berdandan sederhana dan bertutur kata yang sedap didengar, apalagi ditambah pula dengan wajahnya yang ramah. Menurut saya orang seperti wanita terakhir yang saya sebutkan tersebut cukup cantik.
Ada pula jenis wanita yang pernah saya temui berada dalam kubu yang ekstrim. Ada yang sangat menyenangi suatu dandanan baik wajah, pakaian ataupun cara dia bergaul namun ada juga yang sangat cuek dalam berdandan dan menilai bahwa harkat wanita adalah sebagaimana apa adanya, bukan konsumsi laki-laki ataupun perusahaan kosmetik dan pakaian ternama. Tipe pertama sering saya temui terhadap wanita yang pada dasarnya mereka cantik, namun tingkat kepeduliannya yang “cukup” bermasalah jika ada sesuatu yang kurang rapi pada rambutnya, make-up nya, ataupun cara dia berpakaian, membuatnya menjadi tidak secantik wajahnya. Para wanita Batak yang orangtuanya cukup berada dan sejak kecil selalu dimanjakan oleh mereka sering saya lihat berada dalam kelompok ini. Kelompok kedua yang agak “cuek” dengan penampilannya adalah mereka yang sering menjadi aktivis baik di kampus ataupun organisasi-organisasi nirlaba. Para wanita aktivis itu kebanyakan ada beberapa yang saya kenal cukup manis dan cantik namun seringkali ke”cuek”an mereka sering membuat saya berpikir bahwa idealisme mereka tidak bisa dikompromikan dengan kecantikan lahiriah. Saya sependapat dengan idealisme mereka, tapi tidak sepenuhnya. Bagaimana pun juga kita hidup dalam dunia yang perlu norma dan hubungan sosial yang dimana kita berinteraksi. Jadi berdandan juga perlu untuk seorang wanita. Dan saya pikir kebanyakan dari anda juga berpikir demikian.
Ada hal lahiriah yang menjadi penilaian orang banyak mengenai cantik dan ada penilaian batiniah yang juga menurut orang cantik. Ada wanita yang memang diciptakan berwajah cantik. Ada juga yang diciptakan berhati mulia. Kebanyakan wanita berada dalam pencarian pendekatan kedua titik tersebut diatas. Ingin memiliki wajah dan hati yang sama-sama cantik, menurut pengakuan manusia tentunya. Namun uniknya ada cukup banyak wanita Kristen yang secara subyektif “berpikir” bahwa dirinya tidak memiliki salah satu atau kedua-dua hal di atas. Karunia Tuhan sungguh beraneka ragam pada setiap ciptaaNya. Namun jangan lupa bahwa seluruh ciptaaNya tersebut diciptakan segambar dan serupa Allah (Kej.1:26). Seluruh ciptaan Tuhan berada dalam kondisi terbaik yang menurut Tuhan dilahirkan ke dunia. Tidak ada “salah produksi” dalam kerangka rencana Tuhan.
Saya setuju dengan wanita yang brdandan. Tidak hanya wanita, para pria pun juga perlu. Namun, batasnya tidak seperti yang dilakukan para wanita. Berdandan yang saya maksud tidak melulu harus merasa risih jika dandanannya kurang rapih, make-up nya kurang tebal, atau hal-hal lain yang membuat tampak berkelebihan. Berdandanlah yang sewajarnya. Proposional. Menurut Joyce Landorf dalam bukunya “The Fragrance of Beauty”, kecantikan luar yang dapat menjadi acuan para wanita dalam berdandan adalah:
1. Kebersihan
Para pria kebanyakan menilai wanita yang bersih sebagai wanita yang cantik. Mulailah perhatikan kebersihan dari ujung kaki hingga ujung rambut agar dapat diperhatikan para pria.
2. Make-up yang pantas
Selalu gunakan make-up yang tips, jangan teralalu menonjol ataupun terkesan tebal.
3. Mata yang bersinar
Coba perhatikan penggunaan eye shadow, eyeliner ataupun alis dan bulu mata yang terkesan kurang rapi.
4. Keindahan bibir
Sama sepert make-up, gunakan lipstik yang berwarna lembut dan tipis saja.
5. Rambut yang indah
Rambut anda adalah mahkota anda. Jangan biarkan terkesan berantakan, rapihkan dengan sisir atau ikat dengan alat jepit rambut.
Masih menurut Joyce Landorf, berbagai hal-hal diatas untuk menambah kecantikan wajah anda hanya merupakan dasar, tetapi dapai dapat dipakai untuk meneguhkan atau melemahkan iman anda. Sangat indah apabila anda dapat melihat diri sebagimana Allah dan orang lain melihat diri anda. Mungkin anda dapat menilai wajah anda dengan lebih tepat. Tetapi yang anda miliki hanyalah cermin Allah (FirmanNya) untuk iman anda dan cermin di kamar anda untuk melihat waja anda. Kalau keduanya, Firman dan cermin di kamar dapat anda pakai dalam kehidupan sehari-hari, tentu anda dapat menjadi seorang wanita yang cantik dan menarik karena iman dan wajahnya sebagaimana yang diinginkan Alah.
Tidak hanya berlaku bagi wanita, tentu setiap orang Kristen diharuskan menghasiklkan buah roh dalam setiap nafas kehidupannya sebagai murid Kristus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikaan, kesetiaan kelemahlembutan dan penguasaan diri. (Gal 5:22). Joyce Landorf juga mengungkapkan bahwa sifat-sifat yang akan ada dalam kedidupan seorang wanita yang cantik adalah:
1. Memiliki rasa humor
Mungkin ia tidak dilahirkan dengan bakat berhumor, tetapi ia melatih pikirannya untuk melihat kejadian-kejadian yang timbul dalam hidupnya dari sudut humor. Ia mampu mangambil segi positif dari segala permasalahan yang timbul dalam hidupnya dan menganggapnya sebagai sesuatu hal yang ringan.
2. Memancarkan keramahan
Sapaan salam dan senyuman selalu menghiasi wajahnya.
3. Pandai mengatur rumah tangganya
Kerapihan selalu menjadi bagian dalam hidupnya
4. Murah hati
Ia melakukan sesuatu dengan tulus, bahkan demi menolong orang lain.
5. Baginya segala sesuatu mengagumkan
Ciptaan Tuhan merupakan sesuatu hal dimana ia harus banyak belajar daripadanya.
6. Selalu jujur
Boleh jadi penerimaan akan apa kekurangan dan kelebihannya menjadi sifat yang melekat dalam dirinya.
7. Senang belajar
Mencoba berbagai potensi yang ada dalam dirinya.
8. Dapat membuat prioritas
Baginya kepentingan selain dirinya sendiri selalu diutamakan.
9. Menghargai sesuatu
Ia selalu bersyukur akan segala sesuatu.
Anda pasti memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Sesuatu hal yang seringkali baik secara sadar maupun tidak anda dapat mudah pelajari atau orang lain tidak menemukanya dalam diri mereka namun ada pada diri anda. Coba pikirkan! Tuliskan di halaman kosong di bawah ini!











Menjadi wanita yang cantik dan menarik adalah panggilan Tuhan. Anda mungkin merasa selama ini bahwa usaha untuk menjadi cantik dan menarik merupakan usaha untuk menyenangkan hati manusia, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Itu benar, namun Tuhan sebagai Sang Pencipta merupakan cermin sekaligus perwujudan kasih karunia yang telah kita terima selama ini. Sungguh ironis bahwa usaha menjadi cantik dan menarik hanya untuk menyenangkan hati manusia. Galilah segenap kelemahan anda! Gali juga segenap kelebihan anda! Anda tentu tidak diciptakan sebagai ciptaan yang biasa-biasa saja, tentu juga bukan ciptaan yang luar biasa sehingga anda orang yang memiliki segala kemampuan. Anda dan saya sama-sama diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan yang menurut rencana Tuhan harus ada melekat pada diri kita. Potensi yang ada pada masing-masing kita tidak akan kita ketahui jikalau tanpa kita gali dan berani mencoba. Lakukan yang terbaik untuk kemuliaan Allah! Selamat mencoba.

Daftar bacaan:
1. Alkitab Terjemahan Baru, LAI,1974
2. Karssen, Gien. “The Best of All”, The Navigators, USA, 1982.
3. Landorf, Joyce. “The Fragarance of Beauty”, Scripture Press Publications, 1973.

(Penulis adalah Frederick S. Manullang, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Oktober 2006)

Kamis, 11 Maret 2010

ARTIKEL: MEMAHAMI KARUNIA ROH (DIPERHADAPKAN DENGAN ASTROLOGI/RAMALAN)

Pengantar
Tiap tahun ada zodiak bermuculan terutama di media massa (majalah dan buletin, atau beberapa koran) biasanya disisipkan, hal ini sangat diminati oleh kawula muda saat ini. Astrologi horoskop atau yang disebut zodiak dipandang sebagai cerminan pribadi seseorang yang dapat terlihat sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun kelahiran. Banyak yang menawarkan tips-tips keberhasilan, melalui media elektronik (TV dan telepon baik via sms maupu internet, dst.) maka akan dituntut sikap yang sesuai dengan tanggal lahir (zodiak), sehingga diharapkan dapat berhasil dalam cinta, uang/ pekerjaan, jodoh, dan lainnya yang berhubungan dengan kehidupan. Berbeda sekali dengan kekristenan bahwa yang menentukan pribadi orang dan keberhasilan bukanlah astrologi horoskop akan tetapi karunia roh yang diberikan Allah dalam diri umat Kristen.
Oleh karena itu, kurang lebih kita akan melihat sejauh apakah makna astrologi horoskop bagi manusia, dan kepribadian yang dilihat dari pemaknaan karunia roh dalam diri umat percaya Yesus Kristus saat ini.

I. Sejarah Astrologi Horoskop Yang Mempengaruhi Manusia
Astrologi dipercaya sudah ada sejak tahun 2000 SM dan diciptakan oleh suku Babel (Babil/Babilonia) di daratan Mesopotamia, daratan antara sungai Tigris dan Efrad (sekarang Irak Tenggara) yang memang dikenal sebagai bangsa penyembah benda-benda langit yang diceritakan dalam Kitab Perjanjian Lama. Mereka menganggap matahari, bulan dan berbagai objek benda di langit sebagai dewa-dewi mereka dan percaya bahwa mereka dapat memprediksi masa depan dari pergerakan benda-benda langit tersebut. Dalam Perjanjian Lama kepercayaan terhadap astrologi telah disoroti karena menyampingkan kepercayaan terhadap Tuhan (Yes. 47: 13-14).
Bangsa Babel mulai menyebar ketika Bangsa Persia dan Media mengalahkan mereka pada tahun 539 SM dan menghentikan segala praktek kegiatan lama Bangsa Babel untuk kemudian diganti dengan praktek mereka sendiri. Bangsa Babel yang hijrah ke daratan Eropa Selatan (Roma dan Yunani) mulai melanjutkan praktik mereka tentang ilmu perbintangan dan menurunkannya ke anak-anak cucu mereka.
Pada sekitar akhir abad 2 SM setelah peristiwa Alexandria, ilmu astrologi bangsa Babel ini bercampur dengan tradisi dari Mesir sehingga menyebabkan terciptanya Astrologi Horoskop yang kemudian menyebar dengan cepat ke Eropa, Timur Tengah dan India hingga kemudian kita kenal sampai sekarang ini.
Seiring dengan munculnya berbagai agama seperti Kristen, Muslim, Yahudi dan lain-lain, ilmu astrologi turunan bangsa Babilonia kuno ini ditakuti akan mencampur ke agama-agama tersebut karena ilmu ini tidak didasarkan pada teori ilmu pengetahuan. Selain itu ditakutkan ilmu ini akan membawa pengaruh pada sikap umat yang menyebabkan orang tidak lagi percaya pada Tuhan dan berpaling dari Firman Tuhan. Oleh karena itu Astrologi sempat ditentang dan prakteknya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi hingga akhirnya dapat diterima khalayak ramai pada jaman modern termasuk umat Kristen saat ini. Astrologi hanya berdasarkan perkiraan dan membaca pergerakan benda langit untuk melihat masa depan,

II. Memahami Karunia Roh Dalam Kekristenan
Karunia mempuyai arti pemberian menekankan kepada pemberian Allah kepada manusia sebaliknya untuk ungkapan syukur atas itu, maka ada memberika persembahan kepada Allah (dalam Perjanjian Lama), sedangkan dalam Perjanjian Baru anathema (Luk 21:5). Roh sendiri Ruakh (dalam bahasa Ibrani), pneuma (dalam bahasa Yunani) angin, nafas maknanya merujuk kepada keadaan saat hidup atau berkaitan dengan mahluk hidup dalam PB mengacu pada Roh Kudus /Roh Allah. Jadi dapat disimpulkan bahwa karunia roh adalah pemberian dari Allah kepada manusia dan karunia roh itu berasal dari Roh Kudus atau Roh Allah (Kis. 5:3-4, 26:16-25; Ibr. 10:15), yang memiliki kepribadian (Ibr. 9:14; Maz. 139:7-10; Kis. 1:8; 1 Kor. 2:10), dan melakukan pekerjaan Allah. (Kej. 1:2; 1 Kor. 6:11; 1 Pet. 1:21; Kis. 20:28). Namanya disebut bersama-sama dengan Allah. (Mat. 28:20; 2 Kor. 13:13). Biasanya Roh Kudus dilambangkan dengan Angin (Yohanes 3:8) Merpati (Lukas 3:22) Api (Kisah Para Rasul 2:3) Materai (Efesus 1:13-14).
Karunia Roh bukan berasal dari dunia melainkan dari Allah. Karunia Roh Kudus sudah ada sebelum dunia ada dan segala isinya tercipta (Kejadian 1:1-2). Contohnya pada hari Pentakosta aktivitas Roh Kudus dinyatakan kepada manusia yang menunjukkan masa baru (Kisah Para Rasul 2). Mereka semua berbahasa lidah atau “glossolalia,” istilah yang terbentuk dari bahasa Yunani, pada waktu Roh mengaruniai mereka kemampuan untuk berbuat demikian. Bahasa-bahasa lidah ini adalah bahasa yang dimengerti oleh orang-orang dari seluruh Kekaisaran Roma yang datang ke Yerusalem untuk Pentakosta.
Sebagian orang percaya bahwa rasul-rasul itu diberi karunia suatu kemampuan yang luar biasa untuk dapat berbahasa asing yang mereka belum kenal. Dalam Perjanjian Baru, kitab Kisah Para Rasul menceritakan peristiwa "Pentakosta", di mana "lidah-lidah api" hinggap pada para orang percaya mulai berkata-kata dengan bahasa-bahasa lain. Kitab Kisah Para Rasul (2:1) menggambarkan fenomena "penerjemahan mujizat", di mana ketika Para Rasul sedang berbicara, orang-orang dari berbagai belahan dunia yang hadir mendengar mereka berbicara dalam bahasa mereka sendiri dan semua orang yang hadir terheran karena para rasul dapat di mengerti oleh pendengar (Kis 2: 6-8).
Penulis Surat Yakobus menjelaskan bahwa setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang (Yak. 1:17). Pemberian yang baik berarti anugerah yang dipergunakan untuk kemuliaan Bapa yang di Surga. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ada berbagai macam karunia roh yang diberikan oleh Allah kepada manusia ini. Rasul Paulus menggambarkan beberapa karunia roh seperti halnya: berkata-kata dengan hikmat, berkata-kata dengan pengetahuan, menyembuhkan, mengadakan mujizat, karunia untuk bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berkata-kata dengan bahasa roh, (I Kor 12: 8-10). Selain itu seperti yang terdapat dalam Gal. 5: 22-23, dan semua karunia yang diberikan itu bertujuan untuk memuliakan Allah (I Pet. 4:11) di dunia.
Oleh karena itu, penggunaan karunia roh hendaknya disesuaikan dengan kondisi kebutuhan untuk saling melengkapi dalam semua kekurangan yang ada terutama dalam gereja. Sebaiknya jika suatu karunia tidak cocok untuk dilaksanakan janganlah dipaksakan untuk jemaat tertentu karena itu tidak akan membangun persekutuan jemaat yang ada. Sebagai contoh: Rasul Paulus melarang untuk memaksakan memakai bahasa roh jika anggota jemaat lainnya tidak ada yang dapat menafsirkan sehingga tidak dimengerti oleh jemaat (I Kor 14: 28), sehingga, karunia roh bukan sesuatu yang dipaksakan dan diwajibkan seseorang harus bisa dalam segala hal melainkan.

III. Refleksi
Dalam pergumulan hidup mari kita bersama berrefleksi, terutama dalam keberadaan diri sebagai umat Kristen dalam dunia ini. Kecenderungan ini mengakibatkan manusia menjadi lebih mempercayai apa yang dikatakan oleh horoskop dalam menentukan sikap dan perilaku kehidupannya. Dengan sendirinya kepercayaan itu akan menjauhkan manusia dari percaya kepada Tuhan. Manusia yang mempercayai horoskop dengan sendirinya akan lebih menuruti apa yang dikatakan oleh horoskop dibandingkan dengan menuruti apa yang telah dikatakan oleh Firman Tuhan.
Mempercayai horoskop berarti melakukan apa yang diminta oleh horoskop tersebut dan menutup kesadaraan akan adanya karunia roh yang diberikan Tuhan pada diri manusia. Manusia mempunyai pribadi yang berbeda, tidak ada yang sama kembar sekalipun, jadi karunia roh yang diberikan Allah berbeda-beda seperti yang tertulis di Galatia “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri”.
Karunia roh memberikan pemahaman kepada setiap orang percaya bahwa hanya sesuai dengan kehendak Allah-lah setiap orang percaya melakukan aktifitasnya dan penentu masa depan manusia. Tidak ada yang menguasai kehidupan ini selain Allah sendiri. Segala yang ada di bumi merupakan ciptaan Allah yang harus dipergunakan untuk memuliakan Allah. Pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki manusia harus dipergunakan untuk memuliakan Tuhan saja.
Allah selalu memberikan yang terbaik buat orang yang percaya. Nabi Yesaya mengatakan bahwa Allah merancangkan yang terbaik bagi orang percaya yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan (Yer. 29: 11). Oleh sebab itu apapun yang sedang dihadapi oleh orang percaya dalam dunia ini bukan berarti bahwa Allah melupakan kita akan tetapi Dia sedang merancang yang terbaik bagi kita. Kesulitan yang dihadapi bukan berarti menjadikan kita mencari penyelesaian kepada ilah-ilah lain.
Bermacam-macam karunia roh seperti yang terdapat di akan tetapi semua itu berasal dari satu sumber dan dikerjakan oleh satu sumber pula yaitu Roh yang dari pada Allah. Oleh karena itu karunia roh harus dipergunakan untuk kepentingan yang memberi yaitu Allah, pemujaan berhala. Kecenderungan ini jelas terlihat dengan semakin banyaknya iklan-iklan di media massa yang menyajikan astrologi horoskop dengan menjanjikan yang masadepan yang baik saja, sehingga agak susah membuat orang bertobat, susah menyadari/menyangkal kekurangan dirinya. Hal itu tidak sesuai dengan ajaran Kekristenan yang mengajarkan untuk berubah sesuai dengan kehendaknya, seperti yang tertulis di Yakobus 4: 15; “Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." sehingga manusia merencanakan tetapi yang menentukan dalam kehidupan manusia. Ajaran Kristen tidak memanjakan umat-Nya melainkan menatakan yang sesungguhkan agar dapat memperbaiki, ataupun melepaskan manusia dari kehidupan yang kurang baik atau bertobat dan berbalik pada Allah dengan pedoman jalan kebenaran Yesus Kristus.

IV. Penutup
Ada banyak godaan di dunia ini yang menarik hati manusia untuk percaya dan melakukan seperti yang diminta untuk keberhasilan yang bertentangan pada Firman Tuhan yang mendua hati percaya kuasa astrologi horoskop dari pada Allah. Allah memberikan karunia roh kepada semua umatnya, tidak dengan prasayarat melainkan gratis, secara cuma-cuma. Hanya saja kita sebagai umat Kristen tidak percaya diri sehingga tidak meyadari ada karunia roh dalam diri.
Banyak hal yang membuat kita tidak meyadari ada karunia roh dalam diri, yaitu macam kesulitan yang kita hadapi selama masih di dalam dunia ini. Namun orang percaya diminta untuk hanya bersandar kepada Allah yang merupakan Juruselamat manusia.
Segala pengetahuan dan juga segala ketrampilan yang dimiliki oleh orang percaya harus digunakan demi kemuliaan Allah. Rasul Paulus berkata bahwa kepada setiap orang diberikan karunia roh demi kepentingan bersama (I Kor. 12: 7). Apapun yang kita miliki hendaknya itu dipergunakan demi memuliakan Allah dan demi meneguhkan persekutuan orang percaya. , segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Allah harus kita hindari. Jika dengan menuruti astrologi horoskop orang percaya menjadi menduakan Allah maka haruslah dihindari, sebab hanya ada satu jalan menuju keselamatan yaitu Allah.

(Penulis adalah Pdt. Ramlan Hutahean, M.Th. -Sekretaris Jenderal HKBP-, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Maret 2010)