Selasa, 08 Desember 2009

ARTIKEL: DEFINISI, ARTI DAN MAKNA DOA SERTA MEMPERSIAPKAN DOA

Beberapa Pengertian Tentang Doa
Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa menjadi bagian yang esensial dalam kehidupan manusia yang beragama. Doa memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan hidup manusia beragama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera.
Apa pengertian doa itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, doa adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Sedangkan berdoa artinya adalah mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan. Berarti doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang didalamnya ada harapan,permintaan dan pujian.
Menurut Xavier Leon – Dufour, dalam bukunya ensiklopedi perjanjian baru doa dalam bahasa Yunani mempunyai beberapa arti diantaranya adalah aiteo yang berarti meminta. Deomai (dengan menegaskan kebutuhan konkret), erotao: menghimbau” (dengan menegaskan kebebasan si pemberi): kata-kata ini dipakai baik di bidang2 profan maupun keagamaan, namun mengandung ide meminta dengan sangat,berdoa dan mengemis.
Sedangkan menurut J.G.S.S Thomson dalam artikelnya di ensiklopedia aklkitab masa kini jilid I, menuliskan bahwa doa merupaklan kebaktian yang mencakup segala sikap roh manusia dalam pendekatannya kepada Allah. Orang Kristen berbakti kepada Allah jika ia memuja, mengakui dan memuji dan mengajukan permohonan kepada-Nya dalam doa. Doa sebagai perbuatan tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga dipandang sebagai persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada prakasa ilahi. Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya.
Dalam alkitab, doa bukanlah suatu”tanggapan wajar dari manusia” karena “apa yang dilahirkan dari daging adalah daging” Sebagai akibatnya, Tuhan tidak mengindahkan setiap doa. Ajaran alkitab mengenai doa menekankan sifat Allah, perlunya seseorang berada dalam hubungan penyelamatan atau dalam hubungan perjanjian dengan Allah, lalu secara penuh masuk kedalam segala hak istimewa dan kewajiban dari hubungan dengan Allah.
Melihat semua keterangan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa doa adalah suatu relasi antara manusia dengan Allah yang didalamnya manusia roh manusia berkomunikasi, memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang transendental.

Perintah Untuk berdoa
Titah ketiga dalam hukum taurat dikatakan, Jangan menyebut nama Tuhan Allah dengan seenaknya karena Allah akan menghukum orang yang menyalahgunakan nama-Nya”. Martin Luther menjelaskan maksud sebagai berikut:
Kita harus takut serta kasih kepada Allah,sebab itu jangan mengutuki, mengumpat, memakai guna-guna, berbohong, menipu dengan memakai nama Allah; sebab hanya dalam penderitaan, kesusahan, dan di dalam doa serta pujianlah kita layak menyebut nama Tuhan Allah.
Nama Tuhan Allah diberikan kepada kita untuk dimanfaatkan dengan sepantasnya. Allah ingin agar gereja Kristen mengerti bahwa nama-Nya harus digunakan dengan sepantasnya. Karena titah kedua tidak membolehkan orang Kristen menggunakan nama yang kudus itu untuk mendukung dusta dengan segala yang salah, maka dengan demikian Firman ini juga menyuruh orang Kristen untuk menggunakan nama Tuhan untuk mendukung kebenaran dan segala yang baik.Nama Tuhan Allah digunakan menurut luther, apabila orang Kristen mengajar dengan benar, berseru kepada-Nya dalam kesukaran, memuji dan berterima kasih kepada-Nya pada waktu senang dan sebagainya.Semuanya itu nyata dari Mazmur 51:15. Menggunakan nama Tuhan Allah adalah demi mendukung kebenaran dan ketaatan kepada diri-Nya. Dengan demikian nama-Nya dikuduskan dan dihormati.
Penghormatan kepada nama Allah terlaksana dengan berseru dan berdoa kepada-Nya. Pengakuan dan penghormatan terlahir dari hati dan dengan kata pengakuan tersebut terekspresikan.
Dengan adanya doa kepada Allah dan kepatuhan kepada perintah-Nya, maka dengan demikian orang Kristen akan dimampukan untuk melawan iblis. Kuasa-kuasa gelap ini akan terpukul mundur bila orang Kristen menyebut nama Kristus dalam doa-doa orang percaya. Banyak hal yang akan menyerang orang percaya seandainya Allah tidak memelihar gereja secara kontinuitas karena doa-doa gereja kepada Tuhan Kristus. Untuk menyerang segala tipu daya setan maka gereja Kristen berseru kepada Allah dalam segala waktu.
Untuk itu berdoa hendaknya menjadi kebiasaan yang baik. Doa dilaksanakan dalam setiap kehidupan umat (menyerahkan diri, tubuh dan jiwa, istri dan anak-anak, segala yang dimiliki, pekerjaan, rencana dan kegiatan dll).Karena itu berdoa perlu diajarkan kepada seluruh orang Kristen agar firman Allah digenapi dan nama Tuhan Allah dihormati. Doa menjadi kebiasaan yang dan mendarah daging bagi gereja Kristen,kebiasaan berdoa yang baik,brtumbuh berbuah dan berkembang akan memberikan kegembiraan dan kesukaan bagi seluruh keluarga dan gereja.

Cara berdoa
Dalam hal berdoa terlebih dahulu gereja harus memahani unsur-unsur doa untuk dapat berdoa dengan benar.Unsur-unsur doa yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
1.Doa diisi dengan pujian kepada Allah-Mazmur 95:6
2.Di dalam doa ada pengakuan dosa- Mazmur 32:5
3.Pengucapan syukur kepada Allah atas segala berekat dan pertolongan-Nya - Filipi 4:6
4.Permintaan permohonan- 1 Timotius 2:1
Dalam hal unsur-unsur doa ini, tidak ada rumusan yang pasti. Alkitab tidak memberi suatu pola yang pasti akan dijawab oleh Allah. Hal ini menghindari agar doa tidak menjadi sutau rumusan mantra yang seolah-olah dengan dipakinya unsure2 doa itu sudah pasti Tuhan akan menjawabnya.
Setelah memahami dengan jelas perihal doa ini, maka dimulailah gereja atau orang Kristen berdoa. Doa orang Kristen atau gereja diarahkan kepada Tuhan. Hal ini seperti yang diajarkan Alkitab kepada gereja. Doa gereja ditujukan kepada Allah Bapa, Putra dan Roh kudus, tidak kepada berhala, orang-orang kudus atau segala sesuatu yang diciptakan Allah.

Bagaimana Hendaknya Gereja Kristen Berdoa?
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan gereja Kristen dalam berdoa:
1.Berdoa hendaknya dilakukan didalam nama Yesus Kristus dengan iman akan Dia juruselamat gereja
2.Dengan penuh iman yaitu iman yang teguh kepada Yesus
3.Berdoa hendaknya menurut kehendak Allah seperti yang diwahyukan dalam alkitab
4.Harus berdoa dengan tidak putus-putusnya
5.Dengan kerendahan hati dan pertobatan
6.Tidak bertele-tele
7.Mengampuni orang lain
8.Tinggal tetap dalam Tuhan Yesus
Cara berdoa yang sudah disajikan di atas harus dikembalikan jawabannya kepada pihak Tuhan Allah sendiri.Artinya, jawaban doa adalah hak prerogatif Allah sendiri gereja Kristen berdoa tetapi Tuhan dengan penuh anugerah akan menjawab doa-doa umat atau tidak menjawabnya. Hal ini tergantung kepada Tuhan sendiri.
Kapan hendaknya gereja Kristen berdoa? Memang Martin Luther sudah mengatur dengan tepat bagi anak2 kristen untuk belajar berdoa.
Walaupun sudah ada pengaturan yang demikian,hendaknya orang Kristen juga dapat berdoa secara teratur dan sesering mungkin, khususnya di saat-saat sulit.

Mempersiapkan Diri Untuk Berdoa
Apa yang disajikan ini bukanlah suatu rumusan yang baku. Tetapi hanya merupakan bantuan bagi orang-orang Kristen agar dapat mengonsentrasikan dirinya masuk kedalam suasana doa.
Saran yang diberikan untuk mempersiapkan diri untuk berdoa adalah :
1.tentukan waktu yang tepat menurut pribadi si pendoa untuk memulai doanya. Apakah pagi atau malam hari
2.tentukan tempat yang tenang dan ambillah posisi yang nyaman,yang membuat si pendoa menjadi rileks,namun tetap terjaga. Banyak orang menganjurkan posisi duduk dengan punggung tegak dan tangan diletakkan secara santai.
3.Tenangkan roh si pendoa. Di dalam hati si pendoa tinggallah Roh kudus yang dianugerahkan kristus disaat Ia menebus dirinya. Berdiam diri dalam batin dan mengarahkan diri kepada Yesus dan cinta ksihnya di kayu salib.
4.Setelah memasuki relung hati yang tenang, mulailah berdoa dengan terlebih dahulu menyapa Allah Bapa dengan penuh kehormatan dan sukacita.

Penutup
Berdoa merupakan suatu komunikasi antara diri oaring percaya (si pendoa) kepada Allahnya. Tetapi dengan lebih dalam, doa merupakan hak istimewa untuk berbicara, bertegur sapa dan memohon kepada yang Mahakuasa. Bukankah itu merupakan hak istimewa yang dipunyai manusia?
Untuk itu doa hendaknya dipelajari dengan baik dan diterapkan dalam sisi kehidupan si pendoa. Orang Kristen harus mempelajari perihal doa secara sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan mempelajari doa maka diharapkan orang Kristen dapat berkomunikasi dan berelasi dengan Allah dengan benar. Melalui doa yang benar ini berkat Allah mengalir dan orang Kristen mengalami kuasa doa yang ajaib serta kemenangan terhadap segala problematik yang sedang dihadapi.

Daftar Bacaaan :
- Alfred Mc Bride, O. Praem, Image of Jesus- mengalami 10 rahasia Pribadi Yesus, Jakarta: Penerbit Obor, 2003.
- Xavier Leon – Dufour, Ensiklopedi Perjanjian Baru, Yogyakarta: Penerbit kanisius, 1990.
- J.G.S.S Thompson, “Doa” dalam Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1A-L, (F.f Burce, dkk., Peny.), Jakarta: Yayasan komunikasi bina kasih/OMF, 1992.
- Martin Luther, Katekismus Besar Martin Luther, (Anwar Tjen, Penerj.), Jakarta: BPK. Gunung Mulia, 1994.
- ------------, Katekismus kecil Dr. Martin Luther, (Lutheran Church of Australia, penerj.), t.p. t.t.
- Landasan Iman Kristen Dengan Penjelasannya, St. Louis – Missouri: Concordia Publishing House, 1986.

(Penulis adalah Pdt. Josua Siahaan, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi Juni 2009)

Tidak ada komentar: